Nama KKN / Kelompok: KKN UNS 98
Nomor WA Ketua KKN: 085726602423
Lokasi: Desa Tepas, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur
Periode KKN: Januari – Februari 2026
Dosen Pendamping Lapangan (DPL): Elwas Berdha Krismona, M.Pd
Program Kerja Unggulan: Pemberdayaan Masyarakat melalui Budidaya Akuaponik
tepas-ngawi.desa.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 98 menyelenggarakan program kerja Pemberdayaan Masyarakat melalui Budidaya Akuaponik di Balai Desa Tepas, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, pada Selasa (3/2/2026). Kegiatan ini melibatkan warga setempat sebagai peserta utama dan bertujuan untuk memperkenalkan sistem budidaya terpadu yang ramah lingkungan serta bernilai ekonomis, sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan kegiatan produktif berbasis pemanfaatan sumber daya lokal.
Desa Tepas memiliki potensi sumber daya alam yang besar dengan dominasi lahan persawahan dan mayoritas masyarakat bekerja di sektor pertanian. Namun, diperlukan inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas dan keterampilan masyarakat secara berkelanjutan seiring berkembangnya kebutuhan hidup. Oleh karena itu, budidaya akuaponik dipilih sebagai program KKN karena mengintegrasikan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem yang efisien, aplikatif, serta mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara lebih kreatif dan bernilai tambah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program KKN Universitas Sebelas Maret periode Januari–Februari 2026 yang dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Elwas Berdha Krismona, M.Pd. Melalui program kerja ini, masyarakat tidak hanya diperkenalkan pada sistem budidaya yang efisien dan ramah lingkungan, tetapi juga didorong untuk mengembangkan pola pikir produktif dan mandiri. Kegiatan ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penyediaan pangan yang sehat dan aman, serta SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan produktivitas dan potensi ekonomi masyarakat.
Kegiatan ini diawali dengan pemberian materi mengenai konsep dasar akuaponik, manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari, serta potensi pengembangannya sebagai kegiatan produktif masyarakat. Kemudian dilanjutkan dengan sesi praktik penerapan sistem akuaponik sederhana. Dosen Pembimbing Lapangan, Elwas Berdha Krismona, M.Pd., menuturkan bahwa kegiatan akuaponik ini mencerminkan peran aktif mahasiswa dalam menghadirkan ide inovatif di masyarakat. “Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga mendorong tumbuhnya kemandirian dan semangat produktif warga dalam memanfaatkan potensi lokal secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga mendapat respons positif dari pihak desa. Kepala Desa Tepas menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN UNS yang dinilai memberikan wawasan baru bagi warga desa setempat. Warga desa juga menunjukkan antusiasmenya yang terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi praktik penerapan sistem akuaponik sederhana. Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh pengetahuan baru terkait integrasi budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem yang efisien dan ramah lingkungan. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya penyediaan pangan yang sehat dan berkelanjutan, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun sebagai peluang pengembangan ekonomi skala kecil. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat mampu mengimplementasikan dan mengembangkan sistem akuaponik secara mandiri, sehingga manfaat program dapat terus berlanjut serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.