tepas-ngawi.desa.id - Suasana malam Jumat Legi di Desa Tepas terasa begitu istimewa. Dalam rangka puncak acara Bersih Desa Tepas sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Pemerintah Desa Tepas menggelar pagelaran wayang kulit dengan lakon "Wahyu Kamulyan" bersama Ki Dalang Kamsianto (Sisek). Acara ini diselenggarakan di depan Kantor Desa Tepas dan berlangsung meriah dari pukul 19.00 WIB hingga dini hari.
Acara ini turut dihadiri oleh berbagai tamu undangan, antara lain: Bapak Camat Geneng beserta Ibu, Kapolsek Geneng, Danramil Geneng, Kepala Desa se-Kecamatan Geneng beserta Ibu, Perangkat Desa Tepas, BPD Tepas, Pengurus Bumdes dan Kopdes Merah Putih Desa Tepas, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Tepas, Pendamping Desa Tepas, Tokoh masyarakat, serta seluruh masyarakat Desa Tepas yang hadir dengan penuh antusias dari berbagai kalangan.
Rangkaian Acara Pembukaan
Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara yang memandu jalannya kegiatan. Seluruh hadirin berdiri khidmat untuk bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat kemerdekaan. Selanjutnya, dilakukan pembacaan doa sebagai wujud rasa syukur sekaligus harapan untuk keselamatan, ketenteraman, dan kesejahteraan masyarakat Desa Tepas.
Sambutan-Sambutan Penuh Makna
Kepala Desa Tepas dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat dan panitia atas partisipasi dan kerja sama dalam mensukseskan rangkaian acara Bersih Desa tahun ini. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya lokal seperti wayang kulit yang sarat nilai dan filosofi kehidupan.
Selanjutnya, Camat Geneng juga menyampaikan sambutan dan mengapresiasi inisiatif Desa Tepas dalam melestarikan budaya daerah melalui pagelaran seni tradisional. Ia menekankan bahwa kegiatan semacam ini tidak hanya memperkuat identitas budaya lokal, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga dan pemerintah.
Hiburan dan Simbol Dimulainya Pagelaran
Sebelum pertunjukan dimulai, acara dimeriahkan dengan penampilan lagu-lagu daerah dari perwakilan kader PKK Desa Tepas, yang disambut hangat oleh penonton. Lagu-lagu tersebut menambah semangat dan suasana kebersamaan malam itu.
Selanjutnya, dilakukan penyerahan simbolis tokoh wayang oleh Kepala Desa Tepas kepada Ki Dalang Kamsianto, disaksikan oleh Camat Geneng sebagai simbol dimulainya pertunjukan wayang kulit. Prosesi ini menjadi bagian penting dalam tradisi pagelaran wayang di Desa Tepas.
Lakon "Wahyu Kamulyan" Menginspirasi Penonton
Dengan iringan gamelan dan gending Jawa serta alunan suara merdu para sinden, pagelaran wayang kulit pun dimulai. Ki Dalang Kamsianto (Sisek) membawakan lakon “Wahyu Kamulyan”, sebuah cerita pewayangan yang penuh dengan nilai-nilai luhur tentang perjuangan, kesetiaan, dan pencarian makna sejati dari sebuah kemuliaan hidup.
Dalam pementasan ini, Dalang tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga menyampaikan pesan moral yang relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini. Kehadiran para punakawan dengan dialog khas yang lucu namun penuh sindiran cerdas juga menjadi daya tarik tersendiri dan membuat suasana semakin hidup.
Antusiasme Warga Hingga Dini Hari
Pagelaran berlangsung hingga pukul 03.00 dini hari, namun antusiasme masyarakat tidak luntur. Banyak warga, khususnya dari kalangan bapak-bapak dan tokoh masyarakat, tetap setia menyaksikan pertunjukan hingga akhir. Mereka tampak menikmati setiap bagian cerita yang disuguhkan dalang dengan penuh semangat dan kekhusyukan.
Hal ini menjadi bukti bahwa kesenian tradisional seperti wayang kulit masih sangat dicintai dan dinantikan oleh masyarakat, sekaligus menjadi bagian penting dalam membangun identitas dan kebanggaan desa.
Penutup
Pagelaran wayang kulit ini bukan hanya menjadi hiburan rakyat semata, tetapi juga menjadi sarana edukasi budaya, pelestarian tradisi, serta penguat rasa persatuan dan kebersamaan antarwarga Desa Tepas. Pemerintah Desa berharap acara ini dapat menjadi agenda rutin tahunan yang terus dijaga dan ditingkatkan kualitasnya di masa mendatang.
Pemerintah Desa Tepas mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan mendukung kelancaran acara, serta kepada seluruh masyarakat yang telah hadir dan ikut menyemarakkan malam budaya ini.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-80!
Bersatu Berdaulat
Rakyat Sejahtera
Indonesia Maju